Paus Benedictus 16 Pensiun


ROMA (KRjogja.com) - Paus Benediktus XVI kembali berpidato di depan umatnya di Lapangan Basilika Santo Petrus. Paus mengatakan, Tuhan sudah memintanya untuk mundur namun kemunduran itu tidak akan membuatnya mengabaikan Gereja Katolik.

Hujan deras turun di Kota Roma pada pagi hari sebelum Paus muncul dan berpidato. Namun cuaca mendadak berubah ketika Paus mulai berpidato. Paus pun tersenyum ketika menyambut ribuan umat Katolik yang berada di lapangan itu sambil menyapanya dengan menggunakan beberapa bahasa yang berbeda.

"Tuhan mengajak saya untuk mendaki gunung, mendedikasikan saya agar terus berdoa dan bermeditasi. Namun hal ini bukan berarti saya mengabaikan Gereja," ujar Paus Benediktus, seperti dikutip PTI, Senin (25/2/2013).

"Bila Tuhan meminta saya melakukan hal ini dengan tepat, saya akan terus membaktikan diri saya dengan dedikasi dan cinta yang sama seperti dulu, namun dengan cara yang lebih tepat bagi usia dan tenaga saya," imbuhnya.

Usai berbicara di depan jendela, pria berusia 85 tahun itu mengucapkan terima kasihnya pada lebih dari 100 ribu umat Katolik yang hadir dan menyaksikan pidato Paus. Pidato dan pemberkatan terakhir itu sekaligus menjadi momen bersejarah bagi Paus yang akan melepaskan jabatannya pada 28 Februari mendatang.

Jumlah warga Vatikan beserta polisi Roma yang hadir dalam pidato Paus sangat banyak. Bahkan jumlah itu jauh lebih banyak ketimbang sebelumnya.

Beberapa warga membawa spanduk untuk mengutarakan rasa cinta dan rindunya terhadap Paus Benediktus. Spanduk-spanduk itu bertulisan, "Bapak Suci, Kami Mencintaimu," "Terima Kasih, Yang Maha Kudus," dan satu lagi berbunyi, "Bapa Tercinta, Kami Akan Merindukanmu". (Okz/Git)

Orang Jogja

Orang Jogja

Tidak sulit untuk bergaul dengan orang Jogja, mereka rata-rata bersahabat, terbuka, dan toleran. Berjabat tanganlah dengan tangan kanan terlebih dahulu, karena itu adalah merupakan kebiasaan sebelum berkenalan. Jika orang Jogja bertemu dengan kenalan baru mereka akan memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama mereka. Orang Jawa biasanya menjabat tangan dan bertanya “Apa kabarmu?” sebelum menajutkan percakapan.

Meski orang Jogja sangat terbuka dan mempunyai toleransi yang tinggi terhadap orang non-Jawa termasuk orang asing, namun secara umum orang Jogja menyukai dan menghargai Kesopanan. Contoh, mereka menghargai orang yang dalam berbicara perlahan-lahan , sambil tersenyum, serta penuh kesopanan. Mereka juga selalu menanyakan sesuatu dengan diawali dengan: ‘bolehkah saya…’, ‘permisi saya mau…’ dan lain-lain.

Orang Jogja rata-rata masih bisa menerima jika ada orang asing yang berkelakuan tidak semestinya (seperti orang Jawa), tapi mereka tidak akan mentolerir jika yang melakukan tersebut adalah orang Jawa.

All About Jogja, Keraton & Masyarakat

Kraton dan Masyarakat Jogja

Kraton sebagai pionir Jogja mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi budaya masyarakat Jawa di Jogja. Masyarakat percaya bahwa Kraton merupakan referensi budaya mereka. Beberapa studi yang dilakukan pada tahun 1990 menunjukkan bahwa kesetiaan masyarakat kepada Kraton sangat tinggi. Pengaruh tersebut makin meluas semenjak Raja dapat menggabungkan kepemimpinan yang karismatik dengan kepemimpinan yang rasional dan modern.

Salah seorang raja tersebut adalah Sultan HB IX. Ia adalah figure yang menonjol pada masa perjuangan saat mendirikan Republik Indonesia. Ia menjadi wakil presiden kedua RI yang mendukung pendirian Perguruan Tinggi pertama di Indonesia yaitu: Perguruan Tinggi Gadjah Mada (sekarang UGM). Ia meminjamkan Siti Hinggil Lord an Pagelaran (salah satu bagian dari Kraton) sebagai Kampus UGM tahun 1945.

Hubungan erat antara masyarakat Jogja dan Kraton tampak nyata dalam kesenian, ritual, dan upacara adat mereka. Misalnya pada pernikahan tradisional, pengantin pria dan wanita boleh mengenakan pakaian keluarga kerajaan yang disebut ‘basahan’. Dahulu hanya keluarga kerajaan yang boleh memakai pakaian tersebut.

Masyarakat Jogja yang Multi Etnik

Jogja dikenal sebagai kota pendidikan, karena ratusan institusi pendidikan berjejalan di kota ini. Setiap tahun ribuan mahasiswa baru dari luar Jogja, bahkan luar Jawa datang ke Jogja untuk menuntut ilmu. Pemerintah Daerah dari luar Jogja menyediakan asrama bagi para mahasiswa daerah tersebut yang belajar di Jogja.

Sebagai konsistensi dari keberadaan beragam kelompok etnik tersebut, Jogja menjadi sangat heterogen dalam masyarakatnya. Data statistik menunjukan hampir 2% penduduk Jogja bukan orang Jawa. Maka pernikahan antar etnis pun tak ter-elakan. Uniknya orang luar Jawa yang menikah dengan orang Jawa merasa ‘nJawani’ (lebih Jawa) dibanding etnis aslinya.


Bahasa

Sejak Jogja menjadi lebih heterogen, masyarakat rata-rata menggunakan Bahasa Indonesia berkomunikasi. Bahasa Jawa hanya digunakan masyarakat Jawa ketika mereka berkomunikasi dengan sesama orang Jawa.

Jika Anda tertarik untuk mempelajari Bahasa Indonesia atau Jawa, Anda dapat mengunjungi berbagai tempat pelatihan yang ada di Jogja.

Pekerjaan dan Kepercayaan

Sekitar 40% masyarakat Jogja adalah petani dan 40% nya lagi bekerja di bidang perdagangan, servis, industri, dan lain-lain. Di Kota Jogja 98% penduduknya bekerja di sektor perdagangan dan jasa, khususnya di sektor wisata dan pendidikan.

Dikarenakan pengaruh sejarah Islam di Kerajaan Mataram yang panjang, hampir 93% penduduk Jogja memeluk agama Islam, sedangkan 6%nya Kristiani. Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia lahir dan sangat berpengaruh di Jogja.


Geografis Jogja

Geografis Jogja

Propinsi Daerah Yogyakarta merupakan Propinsi yang mempunyai status sebagai Daerah Istimewa. Status Daerah Istimewa ini berkaitan dengan sejarah terjadinya Propinsi ini, pada tahun 1945, sebagai gabungan wilayah Kesultanan Ngayogyokarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman, yang menggabungkan diri dengan wilayah Republik Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, oleh Sukarno dan Moh. Hatta.

Ujung bagian Utara Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan puncak gunung Merapi dengan ketinggian ± 2920 meter diatas permukaan laut merupakan salah satu gunung Api terakhir teraktif di dunia. Oleh para ahli gunung berapi (vulkanolog) internasional, gunung api ini sangat terkenal karena bentuk letusannya yang khas, dan sejenis dengan letusan gunung api Visuvius di Italia. Sampai saat ini gunung Merapi masih sangat aktif. Puncaknya selalu mengepulkan asap, yang merupakan panorama kota Yogyakarta sebelah utara.

Luas Propinsi Daerah Istimewa Yogyakrta, lebih kurang 3.186 Km2 berpenduduk 3.311.812 jiwa (data tahun 2000) dan terbagi menjadi 5 Daerah Kabupaten / Kota, yakni:
Kota Yogyakarta, yang merupakan Ibu kota Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kabupaten Sleman, dengan Ibukota Beran.
Kabupaten Gunungkidul, dengan Ibukota Wonosari.
Kabupaten Bantul, dengan Ibukota Bantul.
Kbupaten Kulonprogo, dengan Ibukota Wates.

Setelah wafatnya Sri Sulatan Hamengku Buwono IX sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Pejabat Gubernur Propinsi DIY dijabat oleh Sri Paku Alam VIII, yang sebelumnya sebagai Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan sejak Sabtu 3 Oktober 1998 Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dijabat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sampai saat ini

All About Jogja - Sejarah

Sejarah

Dibawah bayangan gunung setinggi 2.914 meter, yang disebut Gunung Merapi, berdiri Ngayogyakarto Hadiningrat, salah satu kerajaan Mataram di Jawa.
Kini disebut sebagai Yogyakarta (Jogja) mulai tahun 1755, ketika wilayah Kerajaan Mataram dibagi menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta (Solo).

Keraton Yogyakarta dibangun oleh Pangeran Mangkubumi pada saat itu, dan beliau menggunakan keraton sebagai pusat daerah paling berpengaruh di Jawa sejak abad ke-17. Keraton tetap menjadi pusat kehidupan tradisional dan meskipun ada modernisasi di abad ke-20, keraton tetap memancarkan semangat kemurnian, yang ditandai dengan kebudayaannya selama berabad-abad.

Yogyakarta merupakan salah satu pusat kebudayaan di Jawa. Musik gamelan merupakan pandangan dari masa lalu, klasik dan sejaman, pertunjukan tari-tarian Jawa yang sangat indah dan memabukkan, pertunjukkan wayang kulit dan ratusan kesenian tradisional yang membuat para pengunjung terpesona.

Semangat kehidupan yang luar biasa dan kehangatan kota ini sendiri yang hampir tidak pernah pudar. Seni kontemporer juga tumbuh dalam suburnya kebudayaan dan masyarakat Yogyakarta. ASRI, Akademi Seni Rupa, sebagai contoh, merupakan pusat kesenian di sini, dan Yogyakarta telah mencatatkan namanya sebagai sebuah sekolah seni lukis modern penting di Indonesia, yang mungkin bisa dicontohkan dalam sosok pelukis impresionis, Affandi.

Propinsi ini merupakan salah satu daerah padat di Indonesia dan merupakan pintu gerbang utama menuju pusat Jawa dimana secara geografis tempat ini berada. Membentang dari Gunung Merapi di sebelah utara menuju Samudera Hindia di sebelah selatan. Penerbangan harian menghubungkan Yogyakarta dengan Jakarta, Surabaya, dan Bali, juga kereta api dan angkutan bis menawarkan perjalanan darat dengan rute sama.

Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (disingkat dengan Jogja), merupakan salah satu dari 34 propinsi di Indonesia. Propinsi ini dibagi menjadi 5 daerah tingkat II, Kotamadia Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunung Kidul. Luas Yogyakarta sekitar 3.186 km persegi, dengan total penduduk 3.226.443 (Statistik Desember 1997). Propinsi ini terkenal sebagai kota kebudayaan dan pendidikan dan merupakan daerah tujuan wisata.
Berdasarkan sejarah, sebelum 1755 Surakarta merupakan ibukota Kerajaan Mataram. Setelah perjanjian Gianti (Palihan Nagar) pada 1755, mataram dibagi menjadi 2 kerajaan: Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Ngayogyakarto Hadiningrat. Mengikuti kebiasaan, Pangeran Mangkubumi, adik Susuhunan Pakubuwono II, dimahkotai sebagai Raja Ngayogyakarto Hadiningrat. Kemudian beliau disebut sebagai Sultan Hamengku Buwono I. Pada tahun 1813, dibawah penjajahan Inggris, pemisahan kerajaan Mataram terjadi untuk ketiga-kalinya. Pangeran Notokusumo, putra dari Hamengku Buwono I, dimahkotai sebagai Pangeran Paku Alam I. Kerajaannya terpisah dari Kasultanan Yogyakarta.

Ketika Republik Indonesia berdiri pada 17 Agustus 1945, yang dilambangkan dengan penandatanganan Proklamasi Kemerdekaan, Ngayogyakarto Hadiningrat dan Pakualaman menyatu sebagai salah salah satu propinsi di Indonesia dimana Sri Sultan Hamengku Buwono IX ditunjuk sebagai gubernur dan Sri Paku Alam VIII sebagai wakil gubernurnya.
Meskipun propinsi DIY mempunyai wilayah yang relatif kecil, namun kaya akan daya tarik wisata. Pengunjung dapat menemukan berbagai macam hasil seni dan pertunjukan kesenian yang sangat menarik dan menakjubkan.

Sebagai pusat seni dan budaya di Jawa, terdapat beberapa macam daya tarik wisata di Yogyakarta. Hal ini menjadi alasan mengapa orang mereferensikan Yogyakarta sebagai tempat lahirnya kebudayaan Jawa. Dan untuk pecinta gunung, pantai atau pemandangan indah, Yogyakarta juga menyediakan beberapa tempat untuk itu.
Propinsi ini juga diakui sebagai tempat menarik untuk para periset, ahli geologi, ahli speleogi dan vulkanologi merujuk pada adanya gua-gua di daerah batuan kapur dan gunung berapi yang aktif. Di selatan kabupaten Gunung Kidul merupakan ujung laut, dimana terdapat beberapa fosil biota laut dalam batuan kapur sebagai buktinya.
Untuk para arkeolog, Yogyakarta sangat menarik sebab setidaknya ada 36 candi / situs-situs sejarah disini. Ada beberapa peninggalan peradaban dari abad ke-9. Salah satunya, candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar dan paling terkenal di Indonesia. Borobudur, candi Budha terbesar, tercatat sebagai salah satu “tujuh keajaiban di dunia”. Borobudur dapat dicapai selama 1 jam dari kota, hanya 42 km sebelah barat laut Yogyakarta.
Dalam perjalanan ke Borobudur, dapat mengunjungi Candi Mendut dan Candi Pawon. Candi Mendut merupakan tempat untuk pemujaan, dengan adanya arca Budha Gautama didalamnya.
Beberapa upacara ritual juga masih berlangsung di Yogyakarta, dan masih dilaksanakan sampai sekarang.

Lingkungan yang indah, arsitektur tradisional, kehidupan sosial, dan upacara-upacara ritual membuat Yogyakarta menjadi tempat paling menarik untuk dikunjungi. Seni dan budaya tradisional seperti musik gamelan dan tari-tarian tradisional akan selalu mengingatkan penonton akan kehidupan Yogyakarta beberapa abad yang lalu.
Pembangunan teknologi modern berkembang di Indonesia dan di Yogyakarta, ini berkembang secara harmoni dengan adat dan upacara tradisional.
Sesuai namanya, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memang benar-benar istimewa. Orang-orangnya sangat ramah. Hal ini membentuk kehidupan dan kelakuan mereka. Mereka menyukai olahraga tradisional, panahan sebagai hobi dan juga sangat menyukai permainan burung perkutut. Mereka juga percaya bahwa orang dapat menikmati hidup dengan mendengarkan kicauan burung. Kompetisi panahan tradisional selalu diselenggarakan untuk memperingati kelahiran raja, yang disebut dengan “Wiyosan Dalem”. Dan pada saat Sri Sultan Hamengku Buwono X lahir, tradisi ini juga dilaksanakan.

Dengan adanya berbagai macam kesenian adat dan upacara tradisional yang masih berlangsung, Yogyakarta juga dikenal sebagai “museum hidup Jawa”, yang dicerminkan dalam segala bentuk hal-hal tradisional berupa kendaraan, arsitektur, pasar, pusat cindera mata, museum, dan banyak pilihan atraksi wisata di Yogyakarta.

Jadwal Acara Jogjakarta

Acara Reguler

  • Setiap malam
    PERMAINAN MASANGIN
    Kategori:Keluarga, Wisata Malam
    Waktu:pukul 19.00 WIB - selesaimasangin
    Tempat:Alun Alun Kidul (selatan) KRATON YOGYAKARTA, Indonesia
    Deskripsi:Cobalah berjalan dengan mata tertutup untuk memasuki ruang di antara dua pohon beringin yang ada di Alun-alun Selatan Keraton Yogyakarta. Bila beruntung maka Anda bisa melewati kedua beringin itu dengan lancar, namun tak jarang orang melenceng jauh sehingga mengundang tawa. Biar lebih seru ajaklah teman Anda untuk melakukan hal yang sama, dan bandingkan hasilnya.
    Tiket:Gratis
    CP / EO:
  • 2, 5, 7, 9, 12, 14, 16, 19, 21, 23, 26, 28 Februari 2013
    SENDRATARI RAMAYANA BALLET - PRAMBANAN
    Kategori:Seni, Budaya, Hiburan, Keluarga, Wisata Malam
    Waktu:pukul 19.30 - 21.30 WIBramayana ballet prambanan
    Tempat:Indoor Theater / Panggung Tertutup Trimurti
    Taman Wisata Candi CANDI PRAMBANAN
    Jalan Raya Yogya - Solo km 16 Prambanan, Yogyakarta, Indonesia
    Phone: (0274) 496 408
    Deskripsi:Sendratari Ramayana dipentaskan di tempat kisah itu dipahat seribu tahun silam: Candi Prambanan. Pertunjukan ini mampu menyatukan ragam kesenian Jawa berupa tari, drama dan musik dalam satu panggung dan satu momentum untuk menyuguhkan kisah Ramayana yang dirangkum dalam 4 babak: penculikan Sinta, misi Anoman ke Alengka, kematian Kumbakarna atau Rahwana, dan pertemuan kembali Rama-Sinta.
    www.yogyes.com/ramayana-ballet
    Tiket:Rp 100.000 - Rp 200.000
    CP / EO:(0274) 496 408
  • Setiap malam
    SENDRATARI RAMAYANA BALLET - PURAWISATA
    Kategori:Seni, Budaya, Hiburan, Keluarga, Wisata Malam
    Waktu:pukul 20.00 - 21.30 WIBramayana ballet purawisata
    Tempat:Purawisata
    Jl. Brigjen Katamso, Yogyakarta, Indonesia
    Phone: (0274) 375 705
    Deskripsi:Ramayana Ballet adalah seni pertunjukan yang cantik, mengagumkan dan sulit tertandingi. Pertunjukan ini mampu menyatukan ragam kesenian Jawa berupa tari, drama dan musik dalam satu panggung dan satu momentum untuk menyuguhkan kisah Ramayana yang dirangkum dalam 4 babak: penculikan Sinta, misi Anoman ke Alengka, kematian Kumbakarna atau Rahwana, dan pertemuan kembali Rama-Sinta. Pertunjukan Ramayana Ballet di Purowisata telah memecahkan rekor 25 tahun pementasan tanpa henti sehingga mendapat penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia).
    www.yogyes.com/ramayana-ballet-purawisata/
    Tiket:Rp 140.000 (pertunjukan saja)
    Rp 250.000 (pertunjukan + makan malam)
    CP / EO:(0274) 375 705
  • Setiap malam
    PAGELARAN MUSIK DANGDUT
    Kategori:Seni, Hiburan, Wisata Malam
    Waktu:pukul 20.30 - 23.00 WIB
    Tempat:Purawisata
    Jl. Brigjen Katamso, Yogyakarta, Indonesia
    Phone: (0274) 375 705
    Deskripsi:Dangdut adalah genre musik yang sangat populer di Indonesia dan merupakan hasil perpaduan dari musik tradisional Arab, India, dan Melayu. Daya tarik pertunjukan musik dangdut adalah pada irama musiknya yang menghibur, kecantikan penyanyinya, dan terutama joget / gerakan penyanyinya mengikuti irama lagu. Purawisata menampilkan Orkes Melayu dan penyanyi yang berbeda setiap malam.
    Tiket:Rp 8.000 (hari biasa)
    Rp 10.000 (malam minggu)
    CP / EO:(0274) 375 705
  • Setiap malam
    PAGELARAN WAYANG KULIT DENGAN LAKON RAMAYANA
    Kategori:Seni, Budaya, Hiburan, Wisata Malam
    Waktu:pukul 20.00 - 22.00 WIBwayang kulit
    Tempat:MUSEUM SONOBUDOYO
    Jl. Trikora 6 Yogyakarta, Indonesia
    Phone: (0274) 418 330
    Deskripsi:Wayang kulit adalah mahakarya seni pertunjukan Jawa yang telah mendapat pengakuan dari UNESCO. Seorang dalang memainkan wayang yang terbuat dari kulit kerbau di balik layar yang terbuat dari kain putih, sehingga para penonton hanya dapat melihat bayangannya saja. Itulah sebabnya pertunjukan ini dinamakan wayang, yang berasal dari kata "bayang". Daya tarik pertunjukan wayang kulit terletak pada kelincahan ki dalang memainkan berbagai tokoh wayang sekaligus dengan gerakan yang atraktif, mengubah karakter suara, berganti intonasi, melontarkan guyonan dan bahkan bernyanyi.
    www.yogyes.com/wayang-kulit-show
    Tiket:Rp 20.000
    CP / EO:(0274) 418 330
  • Setiap hari Minggu
    PAGELARAN WAYANG ORANG
    Kategori:Seni, Budaya, Hiburan, Keluarga
    Waktu:pukul 11.00 - 12.00 WIB
    Tempat:KRATON YOGYAKARTA, Jl. Rotowijayan 1 Yogyakarta, Indonesia
    Phone: (0274) 373 721
    Deskripsi:Wayang orang adalah seni teater tradisional Jawa yang memadukan unsur drama, tari, dan musik. Aktor dalam pertunjukan ini berdandan menyerupai tokoh wayang kulit yang diperankannya. Cerita dalam pertunjukan wayang orang selalu mengambil tema dari kisah Mahabharata atau Ramayana.
    Tiket:Acara ini gratis, kita hanya membayar tiket untuk masuk ke Kraton (Rp 5.000 untuk wisatawan lokal, Rp 12.500 untuk wisatawan mancanegara)
    CP / EO:(0274) 373 721
  • Setiap Minggu awal bulan
    PAGELARAN KETOPRAK
    Kategori:Seni, Budaya, Hiburan, Wisata Malam
    Waktu:pukul 20.00 - 24.00 WIB
    Tempat:Auditorium RRI
    Jl. Affandi / Jl. Gejayan, Yogyakarta, Indonesia
    Phone: (0274) 512 783
    Deskripsi:Ketoprak adalah seni teater tradisional Jawa. Mirip dengan Wayang Orang, ketoprak menyajikan sandiwara yang diselingi dengan lagu-lagu Jawa dan musik gamelan. Perbedaannya, pertunjukan Ketoprak tidak mengambil tema cerita dari kisah Mahabharata atau Ramayana melainkan dari legenda ataupun cerita bebas lainnya.
    Tiket:Rp 5.000
    CP / EO:(0274) 512 783
  • Setiap Senin
    JAZZ MBEN SENEN
    Kategori:Seni, Wisata Malam, Hiburan
    Waktu:pukul 20.30 WIB - selesaijazz mben senen
    Tempat:BENTARA BUDAYA YOGYAKARTA (BBY)
    Jl. Suroto 2 Kotabaru, Yogyakarta, Indonesia
    Phone: (0274) 560 404
    Deskripsi:Jazz Mben Senen merupakan ajang berkumpul para musisi, pecinta, serta penikmat musik jazz di Yogyakarta. Dalam acara ini akan ada pertunjukan musik jazz oleh musisi yang hadir atau siapapun yang tertarik untuk nge-jam bareng. Jazz Mben Senen tidak hanya bertujuan sebagai arena kumpul-kumpul dan melatih mental para musisi muda, namun juga sebagai langkah untuk lebih mendekatkan musik jazz kepada masyarakat.
    Tiket:Gratis
    CP / EO:0856 9178 2078 (Gilang Adiyaksa)
    0813 2700 5127 (Harley Yoga)
    0818 0264 7007 (Gian Afrisando)
  • Setiap Senin dan Selasa
    PAGELARAN KARAWITAN
    Kategori:Seni, Budaya, Hiburan
    Waktu:pukul 10.00 - 12.00 WIBkarawitan
    Tempat:KRATON YOGYAKARTA
    Jl. Rotowijayan 1 Yogyakarta, Indonesia
    Phone: (0274) 373 721
    Deskripsi:Pertunjukan gabungan dari alunan musik gamelan dan menyanyi. Karawitan berasal dari bahasa Sansekerta "rawit" yang berarti halus. Menyaksikan pertunjukkan ini dapat diibaratkan menghirup nilai - nilai ideal musik Jawa tepat di tempatnya, Keraton Yogyakarta.
    Tiket:Acara ini gratis, kita hanya membayar tiket untuk masuk ke Kraton (Rp 5.000 untuk wisatawan lokal, Rp 12.500 untuk wisatawan mancanegara)
    CP / EO:(0274) 373 721
  • Setiap Rabu
    PAGELARAN WAYANG GOLEK
    Kategori:Seni, Budaya, Hiburan, Keluarga
    Waktu:pukul 10.00 - 12.00 WIB
    Tempat:KRATON YOGYAKARTA
    Jl. Rotowijayan 1 Yogyakarta, Indonesia
    Phone: (0274) 373 721
    Deskripsi:Wayang Golek adalah suatu seni pertunjukan wayang yang terbuat dari boneka kayu, yang terutama sangat populer di Jawa Barat.
    Tiket:Acara ini gratis, kita hanya membayar tiket untuk masuk ke Kraton (Rp 5.000 untuk wisatawan lokal, Rp 12.500 untuk wisatawan mancanegara)
    CP / EO:(0274) 373 721
  • Setiap Kamis
    PAGELARAN GAMELAN DAN SENDRATARI KLASIK
    Kategori:Seni, Budaya, Hiburan, Keluarga
    Waktu:pukul 10.00 - 12.00 WIBtari klasik
    Tempat:KRATON YOGYAKARTA
    Jl. Rotowijayan 1 Yogyakarta, Indonesia
    Phone: (0274) 373 721
    Deskripsi:Menyaksikan falsafah hidup orang Jawa melalui musik. Itulah yang akan didapatkan ketika menyaksikan pertunjukkan gamelan ditempat ini. Mendengarkan irama gamelan seperti mendengarkan alunan keselarasan yang menenangkan dan menentramkan jiwa.
    www.yogyes.com/gamelan-show
    Tiket:Acara ini gratis, kita hanya membayar tiket untuk masuk ke Kraton (Rp 5.000 untuk wisatawan lokal, Rp 12.500 untuk wisatawan mancanegara)
    CP / EO:(0274) 373 721
  • Setiap Jumat
    FRIDAY NIGHT JAZZ NIGHT
    Kategori:Seni, Wisata Malam, Hiburan
    Waktu:pukul 20.00 WIB - selesaifriday night jazz
    Tempat:VIA VIA CAFE
    Jl. Prawirotaman 30, Yogyakarta, Indonesia
    Phone: (0274) 386 557
    Deskripsi:Pertunjukan musik mingguan ini merupakan bagian dari ART SPACE, kegiatan seni yang diadakan Via-Via.
    Tiket:Gratis
    CP / EO:Via-Via Travelers Cafe and Restaurant
    Phone: (0274) 386 557
  • Setiap Jumat
    PAGELARAN SENI MACAPAT
    Kategori:Seni, Budaya, Hiburan, Keluarga
    Waktu::pukul 10.00 - 11.30 WIBmacapat
    Tempat:KRATON YOGYAKARTA
    Jl. Rotowijayan 1 Yogyakarta, Indonesia
    Phone: (0274) 373 721
    Deskripsi:Pementasan puisi Jawa yang diiringi oleh gamelan. Puisi ini dilantunkan seperti lagu yang memiliki aturan dan bentuk tertentu. Ada tujuh jenis lagu dalam macapat; seperti dhandang gula, sinom, asmarandana, dan kinanthi. Tiap-tiap lagu memiliki jumlah lirik dan bunyi yang disebut guru.
    Tiket:Acara ini gratis, kita hanya membayar tiket untuk masuk ke Kraton (Rp 5.000 untuk wisatawan lokal, Rp 12.500 untuk wisatawan mancanegara)
    CP / EO:(0274) 373 721
  • Setiap Sabtu
    PAGELARAN WAYANG KULIT
    Kategori:Seni, Budaya, Hiburan, Keluarga
    Waktu::pukul 10.00 - 13.00 WIBwayang kulit
    Tempat:KRATON YOGYAKARTA
    Jl. Rotowijayan 1 Yogyakarta, Indonesia
    Phone: (0274) 373 721
    Deskripsi:Wayang kulit adalah mahakarya seni pertunjukan Jawa yang telah mendapat pengakuan dari UNESCO. Seorang dalang memainkan wayang yang terbuat dari kulit kerbau di balik layar yang terbuat dari kain putih, sehingga para penonton hanya dapat melihat bayangannya saja. Itulah sebabnya pertunjukan ini dinamakan wayang, yang berasal dari kata "bayang". Daya tarik pertunjukan wayang kulit terletak pada kelincahan ki dalang memainkan berbagai tokoh wayang sekaligus dengan gerakan yang atraktif, mengubah karakter suara, berganti intonasi, melontarkan guyonan dan bahkan bernyanyi.
    www.yogyes.com/wayang-kulit-show
    Tiket:Acara ini gratis, kita hanya membayar tiket untuk masuk ke Kraton (Rp 5.000 untuk wisatawan lokal, Rp 12.500 untuk wisatawan mancanegara)
    CP / EO:(0274) 373 721

Gua Pindul - Pariwisata Jogja

Menyusuri sungai menggunakan perahu karet merupakan hal yang biasa, namun jika sungai itu mengalir di dalam gua tentu saja akan menjadi petualangan yang mengasyikkan sekaligus menegangkan. Gua Pindul, salah satu gua yang merupakan rangkaian dari 7 gua dengan aliran sungai bawah tanah yang ada di Desa Bejiharjo, Karangmojo, menawarkan sensasi petualangan tersebut. Selama kurang lebih 45 - 60 menit wisatawan akan diajak menyusuri sungai di gelapnya perut bumi sepanjang 300 m menggunakan ban pelampung. Petualangan yang memadukan aktivitas body rafting dan caving ini dikenal dengan istilah cave tubing.
Tidak diperlukan persiapan khusus untuk melakukan cave tubing di Gua Pindul. Peralatan yang dibutuhkan hanyalah ban pelampung, life vest, serta head lamp yang semuanya sudah disediakan oleh pengelola. Aliran sungai yang sangat tenang menjadikan aktivitas ini aman dilakukan oleh siapapun, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Waktu terbaik untuk cave tubing di Gua Pindul adalah pagi hari sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Selain karena airnya tidak terlalu dingin, jika cuaca sedang cerah pada jam-jam tersebut akan muncul cahaya surga yang berasal dari sinar matahari yang menerobos masuk melewati celah besar di atap gua.
Sambil merasakan dinginnya air sungai yang membelai tubuh di tengah gua yang minim pencahayaan, seorang pemandu bercerita tentang asal-usul penamaan Gua Pindul. Menurut legenda yang dipercayai masyarakat dan dikisahkan turun temurun, nama Gua Pindul dan gua-gua lain yang ada di Bejiharjo tak bisa dipisahkan dari cerita pengembaraan Joko Singlulung mencari ayahnya. Setelah menjelajahi hutan lebat, gunung, dan sungai, Joko Singlulung pun memasuki gua-gua yang ada di Bejiharjo. Saat masuk ke salah satu gua mendadak Joko Singlulung terbentur batu, sehingga gua tersebut dinamakan Gua Pindul yang berasal dari kata pipi gebendul.
Selain menceritakan tentang legenda Gua Pindul, pemandu pun akan menjelaskan ornamen yang ditemui di sepanjang pengarungan. Di gua ini terdapat beberapa ornamen cantik seperti batu kristal, moonmilk, serta stalaktit dan stalagmit yang indah. Sebuah pilar raksasa yang terbentuk dari proses pertemuan stalaktit dan stalagmit yang usianya mencapai ribuan tahun menghadang di depan. Di beberapa bagian atap gua juga terdapat lukisan alami yang diciptakan oleh kelelawar penghuni gua. Di tengah gua terdapat satu tempat yang menyerupai kolam besar dan biasanya dijadikan tempat beristirahat sejenak sehingga wisatawan dapat berenang atau terjun dari ketinggian. Tatkala YogYES masih menikmati indahnya ornamen gua di sela bunyi kepak kelelawar dan kecipak air, mendadak pengarungan sudah sampai di mulut keluar gua. Bendungan Banyumoto yang dibangun sejak jaman Belanda dengan latar belakang perbukitan karst pun menyambut.